Diduga Kematian Ganti Akmal Tidak Wajar

  • Whatsapp

Wartapancasila.com- Agam

Lengkingan Sirine Ambulance RSUD Lubuk Basung, yang disambut Histerisnya isak tangis Pihak Keluarga Ganti Akmal (34), warga Cumateh Jorong V Nagari Persiapan Sungai Jariang Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Sebelumnya Almarhum diamankan Anggota Polres Agam, Rabu (9/3) atas Kasus Dugaan Eksploitasi Anak, namun tidak dinyana pada malam harinya Pria malang itu dipulangkan kepada pihak keluarga dalam kondisi, memar dan luka lebam dibeberapa bagian tubuh tidak bernyawa.

Hal ini membuat Pihak keluarga mempertanyakan bagaimana pihak kepolisian bertindak dalam menjalankan proses hukum sehingga korban pulang sudah meninggal dunia.

Saat dikonfirmasi di rumah duka Rabu (9/3) kakak korban, Neli mengatakan, sebelumnya sang adik dijemput paksa polisi saat berada di kebun atas dugaan tindak pidana eksploitasi anak.

“Saat dijemput adik saya dalam kondisi sehat saja, polisi memberikan surat perintah penangkapan kepada kami menjelang magrib barulah kami tau Ganti ditangkap polisi,” ujarnya pada awak media.

Kejanggalan dirasakan pihak keluarga saat datang ke kantor polisi. Petugas melarang keluarga untuk melihat kondisi korban dengan alasan sedang menjalani visum di rumah sakit. “Kami dilarang melihat malah disuruh pulang dan kembali lagi setelah magrib,” katanya.

Akan tetapi lanjutnya, saat keluarga kembali ke Mako Polres Agam, Polisi mengaku ganti dibawa ke RS di Padang untuk dirujuk. “Dari sini saya sudah mulai curiga ada apa dengan adik saya,” lanjutnya.

Irinisnya dalam situasi harap-harap cemas, tiba-tiba salah seorang anggota kepolisian datang kerumah meminta BPJS milik korban namun tidak memberikan alasan untuk apa kartu tersebut.

Barulah Pihak keluarga tau saat salah seorang kerabat mengabarkan bahwa korban sudah meninggal dunia dan saat ini mayatnya dalam perjalanan pulang.

“Kami kaget, saat dipulangkan kami melihat banyak luka lebam disekujur tubuh korban, tidak hanya itu hidung dan telinga mengeluarkan darah,” terangnya.

Pihak keluarga mempertanyakan bagaimana proses penangkapan dan pemeriksaan yang dilakukan petugas kepolisian sehingga menyebabkan kematian.

“Kita tidak membela jika memang ada tindakaan adik saya melanggar hukum, silahkan proses menurut hukum yang berlaku. Namun ini dipulangkan meninggal dunia tentu kami tidak terima,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan sedang mencoba menghubungi Kapolres Agam.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.